Posted by: megafilmkcb | 12 October 2009

KETIKA CINTA BERTASBIH 2 di HONGKONG

Pemutaran film Ketika Cinta Bertasbih 2 di Hongkong dimulai pada tanggal 4 Oktober kemarin. Menandai pemutaran di Hongkong ini 2 pemeran utamanya Kholidi Asadil Alam dan Oki Setiana Dewi ikut meramaikannya dengan mendatangi dan menjumpai penggemar-penggemar mereka di Hongkong.

Pemutaran KCB 2 ini memang sudah ditunggu-tunggu para penggemarnya di Hongkong, jadilah pada pemutaran Sunbeam Theatre ini dipadati ribuan orang yang ingin menonton KCB 2 ini. Apalagi ditambah dengan kedatangan 2 bintangnya Kholidi yang memerankan Khairul azzam dan Oki yang berperan sebagai Anna Althafunnisa benar-benar membuat mereka histeris.
Kholidi dan Oki sangat surprise sekali dengan sambutan pencinta KCB di Hongkong ini, mereka tidak mengira betapa antusiasnya mereka-mereka ini untuk bertemu mereka berdua. Dan para penonton sangat puas setelah menonton KCB 2 ini.

Tapi walaupun meriah dengan pemutaran KCB 2 ini, tim KCB 2 dan Para penonton yang sebagian besar BMI (Buruh Migran Indonesia) ini tidak lupa memikirkan akan nasib saudara-saudara kita di Sumbar yang lagi tertimpa musibah gempa bumi. Di acara talk show yang diselenggarakan Forum Lingkar Pena ini secara spontan berhasil terkumpul uang sebanyak HK$ 22.000 atau sekitar Rp. 30.000.000,-. Dan juga lelang buku Novel, Skenario KCB serta kaos KCB 2 menghasilkan ribuan dolar Hongkong juga yang hasilnya disumbangkan buat korban gempa Sumbar. Hasil semuanya ini disalurkan lewat Dompet Dhuafa cabang Hongkong.

Dari kunjungan ke Hongkong ini Kholidi dan Oki menemui fenomena yang menarik, BMI atau TKI yang selama ini sering dianggap remeh, ternyata di Hongkong ini kelihatan mereka-mereka ini sangat beda, punya wawasan luas, kepedulian yang tinggi terhadap sesama, dan punya kegiatan yang sangat intelektual seperti seminar, menulis, dimana beberapa dari mereka telah berhasil menerbitkan beberapa buku. Yang jelas banyak dari mereka yang suka membaca, sehingga mereka sangat mengenal karya-karya Habiburrahman El Shirazy seperti Ketika Cinta Beratsbih ini. Jika anda berkunjung ke Perpustakaan Nasional Hongkong di hari Minggu, maka anda akan merasa kalau tempat tersebut adalah Perpustakaan Nasional Indonesia, karena sebagian besar pengujungnya adalah orang Indonesia.

Disela-sela padatnya kegiatan di Hongkong, Kholidi dan Oki sempat diajak panitia mengunjungi “Giant Budha”. Di sini lebih bisa melihat bagaimana indahnya landscape kota Hongkong, karena lokasinya yang berada di puncak bukit, dan untuk mencapainya kita harus naik sky train dan melawati 3 bukit yang sangat tinggi.

Perjalanan ke Hongkong kali ini memang sangat berkesan dan meninggalkan kenangan indah bagi kedua pemeran utama di KCB 2 ini, Kholidi dan Oki. Terutama saat melihat reaksi penonton yang merasa sangat terbawa dan terlibat dalam film ini. banyak pula diantara mereka yang sangat berharap cerita cinta antara Azzam dan Anna di film ini juga bisa menjadi kenyataan di kehidupan nyata Kholidi dan Oki. Bagaimana tanggapan Kholidi dan Oki mengenai harapan penonton tersebut ? Sepertinya hanya mereka dan Allah SWT yang tahu.


Posted by: megafilmkcb | 8 October 2009

Dalam 15 Hari, 1,5 Juta Orang Nonton KCB 2

Apresiasi tinggi terhadap kehadiran film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) 2 ditandai dengan perolehan jumlah penonton yang cukup fantastis yaitu mencapai 1,5 juta orang. Angka itu diperoleh sejak pemutaran perdana film garapan sutradara Chaerul Umam ini, pada tanggal 17 September 2009. Itu berarti dalam kurun waktu 15 hari, film ini ditonton oleh satu setengah juta (1,5 juta) pasang mata.

Prestasi yang membanggakan ini tak lepas dari kerja keras semua pihak dalam menggarap film. SinemArt Pictures, produser film yang kisahnya diangkat dari novel best seller karya Habiburahman El Shirazy ini, boleh dibilang berhasil menjaring wajah-wajah baru sebagai pemain muda dalam menghidupkan tokoh-tokoh utama film ini lewat proses audisi di sejumlah kota, tahun lalu.

Kholidi Asadil Alam (Azzam), Oki Setiana Dewi (Anna), Andi Arsyil Rahman (Furqan) dan Meyda Sefira (Husna), kini menjadi idola baru anak muda. Mereka berakting apik bersama sejumlah pemain muda kondang plus aktris dan aktor senior lainnya. Dalam KCB 2, hadir beberapa bintang muda kondang seperti Dude Harlino (Ilyas) dan Asmirandah (Vivi), selain Alice Norin (Eliana), yang sudah lebih dulu muncul dalam kisah film pertamanya, KCB.

Kehadiran Deddy Mizwar (Kiai Lutfi), Niniek L.Karim (Bu’e), Meidiana Hutomo (Nyai Lutfi), Aspar Paturusi (Ayah Forqon), Cut Yanti (Ibu Furqon) dan Neno Warisman (Ibu Vivi), menggenapi ‘kegurihan’ akting para pemain sehingga film ini enak ditonton semua kalangan. KCB 2 sebagai sekuel film KCB menjadi tambah greget dengan konflik dan dramatisasi yang mengalir.

Kisahnya mengandung pesan universal, yaitu tentang perjuangan hidup Azzam, dalam mencari nafkah di Tanah Air selepas kuliah selama 9 tahun di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Azzam pun harus berikhtiar keras dalam mencari pasangan hidup. Kisah inti ini seolah menjadi cermin bagi banyak orang di Tanah Air hingga KCB dan KCB 2 bukan sekedar dilabelkan sebagai film religi bagi segmen tertentu saja.

Kang Abik, pemilik ide cerita dan penulis novel, yang dalam format naskah film dituangkan oleh Imam Tantowi, berhasil menggarisbawahi pesan universal yang menyentuh hati nurani lewat pengenalan nilai-nilai dasar Islami yang menyejukkan jiwa. Tak heran euphoria KCB 2, ditandai dengan prestasi angka penonton yang jutaan orang meski persaingan film liburan Lebaran tahun ini cukup ketat.

KCB 2 boleh dibilang memegang rekor paling tinggi ketimbang film-film lainnya di tahun 2009 ini. Angka sukses ini seolah menggenapi jumlah film sebelumnya, KCB, yang bisa menembus angka lebih dari 3 juta penonton.

Demam KCB 2 pun sudah menyeberang ke negeri orang. Film ini diputar di sejumlah kota di lain negera seperti Hongkong pada Minggu 4 Oktober 2009, serta menyusul Macau dan kota-kota lainnya. Film pertamanya, KCB, yang di Tanah Air serentak diputar ada tanggal 11 Juni 2009, juga telah dinikmati oleh saudara-saudara kita di negeri orang seperti Taiwan dan Hongkong.

Kehadiran sejumlah bintang utama pemeran tokoh-tokoh dalam KCB 2 di sejumlah kota, termasuk Surabaya, sebagai wujud keinginan KCB 2 dan SinemArt Pictures, agar lebih dekat dengan para pencinta film nasional. Fenomena demam KCB sejatinya sudah terbentuk sejak adanya milis penggemar novelnya yang dihuni oleh ribuan anggota di seluruh Indonesia dan beberapa Negara tetangga.

Paling tidak ini menunjukkan apresiasi terhadap karya anak negeri sebenarnya demikian besar jika cerita dan pengemasan film yang ditawarkan memang berkualitas. Insyaallh, slogan “Pembangun Jiwa” yang disematkan pada film KCB dan KCB 2 tidaklah berlebihan. Karena film sebagai produk budaya sebuah bangsa, bukan saja menjadi tontonan tapi lebih apik lagi jika berfungsi sebagai tuntunan.

Posted by: megafilmkcb | 4 September 2009

Jelang Penayangan Film Ketika Cinta Bertasbih 2

Menjalani ibadah puasa dalam bulan suci bukan halangan bagi kaum muslimin untuk tetap menjalani kegiatan. Tengoklah yang dilakukan sejumlah pemeran utama film Ketika Cinta Bertasbih yaitu M.Kholidi Asadil Alam (Azzam), Oki Setiana Dewi (Anna), Andi Arsyil Rahman Putra (Furqon), Meyde Sefira (Husna) dan Alice Norin (Eliana).

film-kcb-2

Para aktor dan aktris muda ini tampak makin sibuk dengan kegiatan masing-masing. Selain aktif menjadi pembicara dalam sejumlah acara terkait dengan sosok mereka sebagai pemain utama film atau berbicara tentang film yang diproduksi SinemArt itu, mereka juga punya aktifitas pribadi yang lumayan padat.  Tak pelak lagi, sukses penayangan film Ketika Cinta Bertasbih (KCB), sejak 11 Juni 2009, membuat Odi, Oki, Arsyil, Meyda dan Alice mendapatkan berkah luar biasa.

Odi panggilan akrab Kholidi misalnya, sudah memasuki masa perkuliahan di Universitas Al-Azhar Indonesia, Jakarta, awal September lalu Tahun ini, pemuda asal Pasuruan, Jawa Timur itu, tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik jurusan Ilmu Komunikasi. Tanggal 1 September 2009, Odi mulai menjalani masa orientasi mahasiswa atau opspek yang digelar bagi mahasiswa baru selama sepekan. Odi tercatat sebagai lulusan SMAN 55 Jakarta Selatan tahun 2007.

Istimewanya, Odi mendapat beasiswa dari universitas itu selama 8 semester lantaran ‘berkah’ film KCB yang dibintanginya. Atas rekomendasi Neno Warisman, mantan penyanyi yang kini aktif sebagai pendakwah, universitas tersebut memberikan beasiswa pada pemuda kelahiran 30 Maret 1989 ini.

“Bukan hanya lantaran sosok saya sebagai pemain film, yag menjadi pertimbanan beasiswa diberikan, Bunda Neno meyakinkan pihak universitas bahwa saya dianggap memiliki multiple intelengence, sehingga pantas diberi kesempatan menjadi mahasiswa. Ini berkah film KCB karena lewat film ini saya berkenalan dengan Bunda Neno,” tandas Odi.

Harap maklum, Neno adalah salah satu juri audisi pemai KCB, tahun silam, sekaligus pembimbing Odi tatkala sudah terpilih menjad pemeran Azzam. Menjadi mahasiswa dengan program beasiswa ibarat mimpi yang menjadi kenyataan bagi Odi.  Sejak lulus SMA, Odi belum berkesempatan mendaftar kuliah lantaran ketiadaan biaya. “Saya akan belajar dengan sungguh-sungguh. Cita-cita saya ingin membuat tayangan televisi yang baik dan mendidik bagi anak-anak dan keluarag di Indonesia,” tandasnya.

Lain Odi, lain pula Arsyil. Pemeran Furqon dalam film KCB ini sedang sibuk menjalani ujian di dua kampus sekaligus. Saat ini Arsyil tercatat sebagai mahasiswa Fisika semester 8 Universitas Hasanudin Makassar sekaligus menimba ilmu teknik informatika di STIMIK, Dipanegara, Makassar pada semester yang sama. “Aku sedang mengurus kepindahan kampus di Jakarta. Tinggal tugas akhir kok,” tutur pemuda kelahiran Makassar, 15 September 1987. Keputusan ini diambil lantaran Arsyil melihat peluang karirnya di Ibukota menyusul keberhasilanya bermain dalam film KCB.

Setali tiga uang, Oki Setiana Dewi juga masih asyik menimba ilmu di Fakultas Sastra Universitas Indonesia jurusan Sastra Belanda. Bersama pemai lain, Oki aktif tampil sebagai pembicara dalam sejumlah diskusi yang membahas tentang film Islami dan membagi pengalaman bagaimana anak muda bisa berprestasi di dunia seni meski tampil menutup aurat atau berjilbab.

Sementara, Meyda “Husna” Sefira, yang masih kuliah di Bandung, lebih sering tampil dalam berbagai kesempatan seperti acara talkshow di mal, bincang-bincang di stasiun radi hingga menjadi nara sumber di berbagai acara televisi. Dan, Alice Norin, si pemeran Eliana juga tak kalah sibuknya. Kebintangannya makin bersinar sejak dikenal sebagai salah satu pemeran utama film KCB. “Banyak manfaat yang bisa saya dapatkan dari film ini,” tuturnya.

Tentang Love Story

Kesibukan ini sejalan dengan persiapan penayangan film KCB 2 bakal tayang perdana serentak di puluhan bioskop pada tanggal 17 September 2009 mendatang. KCB 2 seperti diharapkan Dani Sapawie , Line Producer dari SinemArt, bias mengikuti kesuksesan film KCB dan bahkan lebih. “Sisi dramanya lebih kental dan apa yang menjadi pertanyaan dalam film KCB terjawab dalam sekuelnya,” papar Dani.

Chaerul Umam, sang sutradara mengaku puas dengan kemampuan akting para pemain dalam mengaduk-aduk emosi penonton. KCB 2 diharapkan bisa menjadi film liburan Lebaran yang sukses dinikmati keluarga Indonesia. Inti kisahnya yang bertutur tentang love story, mengingatkan kita pada kisah-kisah drama favorit dalam khasanah perfilman nasional.

Jika Indonesia memiliki ikon pasangan Sophan Sophian-Widyawati di era kejayaan film tahun 1970-an dan Rano Karno-Lidya Kandao lewat film-film remaja di tahun 1980-an, mengapa KCB 2 tidak bisa mengikuti jejak sukses itu dengan hadirnya Odi-Oki. Film yang diangkat dari kesuksesan mega best seller novel dengan judul yang sama karangan Kang Abik ini, lebih terasa indah lagi karena menawarkan kisah tentang cinta dan takdir kehidupan dalam setting pemahaman nilai-nilai yang Islami. Kisah yang benar-benar inspiratif dan mencerahkan,

Dalam catatan, film-film drama di Tanah Air sempat mendapat tempat terhormat dan diminati pencinta film nasional. Hadirnya KCB 2 dalam sentuhan tangan sutradara Chaerul Umam,  yang akrab disapa Mamang, seperti oase di tengah padang pasir. Masyarakat Islam Tanah Air merindukan kisah-kisah drama yang dekat dengan kehidupannya serta menawarkan nilai-nilai kebaikan yang bisa menjadi sumber inspirasi.

Jika dalam KCB menawarkan kisah perjuangan Azzam, Oki dan Furqon sebagai mahasiswa di negeri orang, maka KCB 2 adalah sajian ‘pertarungan’ mereka dalam mengamalkan ilmu kehidupan sesunguhnya. Dalam sekuel kedua, diceritakan bagaimana Azzam berjuang menjadi ‘orang’ di Tanah Air sekaligus mencari cinta sejatinya. Sementara Anna dan Furqon, harus menerima kenyataan dilematis atas pernikahannya.

Seperti apa takdir bagi insan-insan muda ini yang digambarkan dalam film? Kehadiran lima bintang utama film didampingi dengan penampilan sejumlah pemain muda lain yang sudah lebih dulu kondang. Ada Dude Harlino dan Asmirandah yang juga beradu akting dengan limabintang muda segar ini. Dude dan Asmirandah memerankan tokoh siapa?

Selain itu, KCB 2 tampak makin greget dengan akting para aktor dan aktris senior. Deddy Mizwar dan Niniek L.Karim mendapat porsi cukup besar dalam banyak adegan. Para penonton yang sudah kepincut dengan KCB yang sukses disaksikan oleh tak kurang 3 juta orang, bakal penasaran untuk segera menyaksikan KCB 2 yang akan mulai tayang di bioskop pada 17 September 2009.

Posted by: megafilmkcb | 22 July 2009

“KETIKA CINTA BERTASBIH 2” SIAP DITAYANGKAN

Setelah sukses mengumpulkan penonton tak kurang dari 3 juta orang, film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) siap memenuhi rasa penasaran pencinta nasional lewat pemutaran sekuelnya.


KCB 2 dijadwalkan hadir di layar bioskop Tanah Air pada, tanggal 17 September 2009 mendatang. Kepastian penayangan film yang bakal menjadi ’bintang’ di musim liburan Lebaran tahun ini, disampaikan oleh Dani Sapawie, line produser dari SinemArt Pictures dalam acara Millis KCB Gathering di Depok, Bogor, Jawa Barat, Minggu, 19 Juli 2009.


Saat ini Mega Film KCB (pertama) masih diputar di beberapa kota besar bioskop di Tanah Air bersaing dengan film nasional lainnya dan bahkan film Hollywood. Permintaan penayangan di beberapa kota kabupaten yang minim sarana bioskop pun terus berdatangan pada kami. Ini jelas menggembirakan,” tandas Dani. Kota-kota itu terdapat di propinsi Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, di Pulau Sulawesi hingga kota Jayapura di Papua.


Bahkan, Hongkong dan Taiwan, dua dari delapan negara yang telah disinggahi oleh Mega film KCB, sudah memberikan respon yang luar biasa. Terbukti pada awal bulan Juli (4-5 Juli 2009) di Hongkong, pemutaran film ini menjadi dua kali, dari satu kali pemutaran yang awalnya telah dijadwalkan, dan keduanya sukses dibanjiri ribuan penonton. Di Taiwan (12 Juli 2009) pun fenomenanya tak jauh berbeda. Selanjutnya, Mega Film KCB akan singgah di Brunei, Malaysia, Singapura, Mesir hingga Australia.


Sejak novel KCB, yang menjadi sumber kisah drama layar lebar ini, diklaim sebagai karya best seller, pencinta KCB sudah tumbuh dan berkomunikasi di dunia maya. Bahkan ‘cerita seru’ antar anggota kanal komunikasi di internet itu makin mengasyikkan setelah cerita favorit mereka diangkat menjadi karya film.


Anggota milis KCB (kcb-milis@yahoogroups.com) yang dihuni oleh ribuan orang anggota itu punya kedekatan dan militansi yang kuat terhadap kisah perjuangan hidup dan percintaan Azzam, Anna, Furqon, Elliana dan Husna- kelima tokoh utama film. Tak heran ajang ‘kopi-darat’ pun telah mereka gelar beberapa kali. Salah satunya dalam kesempatan di Depok, Minggu ini. “Bagi kami di acara ini adalah momen yang tepat untuk mengumumkan secara resmi tanggal tayang film KCB 2 dan memutar trailer KCB 2 tuk pertama kalinya ke umum, karena kita yakin komunitas ini merupakan perpanjangan informasi dari Film KCB ini, selain media massa juga tentunya” jelas Dani.


Film KCB dan KCB 2 memang menyedot perhatian masyarakat Indonesia sejak saat drama layar lebar ini baru akan dibuat. Proses audisi pemain utama, masa syuting di Indonesia dan Mesir hingga tahapan promosi film yang berlangsung di beberapa kota, menjadi kisah tersendiri yang unik dalam industri film nasional.

Catatan spektakuler KCB dan KCB 2 tersirat dari biaya produksi film yang mencapai puluhan milyar plus keseriusan tim produksi dalam menghadirkan atmosfer yang disesuaikan dengan jalan cerita novel. Dalam catatan industri film nasional, boleh dibilang tak banyak produser yang berani menggelontorkan dana sangat banyak hanya untuk menghadirkan kisah drama di layar lebar kecuali film epik atau kolosal di masa lalu.


Dan, menurut catatan mutahir, setahun terakhir, tak banyak pula film yang sanggup mengumpulkan angka penonton hingga 2 juta lebih. Apalagi bisa menyedot penonton hingga 400 ribu orang penonton dalam tiga hari di masa awal penayangannya.


Idealisme penulis novel, Habbiburahman El Shirazy dalam menawarkan kisah drama kehidupan dan percintaan ‘pembangun jiwa’ universal, yang sukses dituangkan dalam bahasa gambar nan indah oleh sutradara, Chaerul Umam, membuktikan film-film bertema atau genre sejenis mendapat tempat ‘terhormat’ di hati pencinta film nasional.


Kini, lewat KCB 2, penonton bakal dipuaskan rasa penasarannya untuk mengetahui kelanjutan kisah hubungan Furqon (Andi Arsyl Rahman Putra) dan Anna Althafunisa (Oki Setiana Dewi). Seperti apa pernikahan yang bakal mereka jalani di tengah kegundahan hati Furqon yang divonis terjangkit virus HIV-Aids?


Atau bagaimana kehidupan Azzam (M. Kholidi Asadil Alam) setelah kembali ke Tanah Air? Benarkah Husna (Meyda Sefira) akan lebih dulu naik pelaminan, mengingat Azzam tak jadi meminang Anna karena keduluan sahabatnya, Furqon?


Lantas bagaimana nasib Eliana (Alice Norin), putri duta besar RI untuk Mesir, yang sempat keki lantaran hadiah French Kiss-nya ditolak mentah-mentah oleh Azzam?

Posted by: megafilmkcb | 7 July 2009

Beragam Cinta Untuk Jutaan Penonton di KCB

Siapa yang tak mau mempersunting Anna yang diperankan Oki Setiana Dewi yang cantik dan cerdas. Mahasiswi Indonesia yang menimba ilmu di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir ini jadi rebutan banyak pemuda. Kyai Luthfi (Deddy Mizwar) ayah Anna, berkata sudah enam kali lamaran orang selalu ditolak dan semuanya bukan orang sembarangan.

Hadir sosok mahasiswa bernama Furqon yang hendak menunggu jawaban Anna atas lamarannya. Furqon dikenal sebagai mahasiswa kaya raya dan tampan. Dia juga kawan karib Azzam (Kholidi Asadil Alam), yang diam-diam jatuh cinta kepada Anna. Anna pun menyukai Azzam yang dikenalnya dengan nama Abdullah. Di luar cinta segitiga itu, hadir Eliana (Alice Sofie Norin), putri Duta Besar Indonesia untuk Mesir, yang simpatik kepada Azzam.

Azzam adalah anak kampung dari Solo yang telah sembilan tahun bersekolah di Kairo. Sambil kuliah, dia bekerja sebagai pembuat tempe. Sosok pria yang berpikiran mandiri dan kewirausahaan, dengan tidak mengabaikan keluarga dan tetap berpegang teguh pada ajaran agama. Sosok yang bisa dijadikan contoh bagi banyak orang.

Dalam “jilid” keduanya pun berbagai macam kisah cinta hadir di sana. Tapi yang pasti dinanti-nantikan oleh para penonton dan para penggemar novelnya adalah kelanjutan kisah cinta seorang Azzam sekembalinya dari Kairo setelah menyelesaikan masa studinya selama 9 tahun di Universitas Al Azhar. Perjalanan bagaimana Azzam harus mulai menata hatinya dalam mencari wanita sholehah untuk menjadi pendamping hidupnya, dengan tetap menjalankan kewajibannya sebagai kepala keluarga sepeninggalan ayahnya, serta mengamalkan ilmu agama yang telah ia pelajari.

Bagi para penontonnya, penggalan konflik cinta film Ketika Cinta Bertasbih tersebut, diakui cukup dahsyat dan lebih mengena ke masyarakat.  Belum termasuk juga persoalan poligami, yang biasanya didominasi oleh laki-laki, kini diutarakan oleh perempuan melalui tokoh Anna Althafunisa. Maka jadilah Mega Film Ketika Cinta Bertasbih menjadi pelabuhan bagi mereka yang mendambakan cinta sejati dalam naungan Illahi dengan senantiasa menasbihkannya.

Berjenis cinta bertaburan dalam film ini seperti mengisyaratkan bahwa masalah cinta memiliki nilai berbeda bagi setiap orang.  Hal itulah yang membuat Sinemart Pictures sebagai pembuat filmnya, ‘tidak tega’ mengepak dua jilid buku Habibburahman El Shirazy ini menjadi satu film panjang.  “Kalau seluruhnya kami tampilkan, bisa 4 jam penonton duduk di studio” Ujar Dani Sapawie, line producer film ini.  Sedangkan untuk memangkasnya menjadi satu film, justru akan menghilangkan pesan-pesan cinta yang indah, yang hinggap nyaris di semua tokohnya.

Walaupun awalnya diakui Dani sempat deg-degan untuk menyodorkan film ‘berseri’ seperti Ketika Cinta Bertasbih, tetapi akhirnya toh antusiasme penonton membuatnya bisa bernapas lega.  Dalam 2 minggu masa penayangannya, film ini sudah menjaring 2 juta penonton di seluruh Indonesia.

Untuk  menjawab rasa penasaran para penonton akan misteri cinta yang disajikan dalam Mega Film KCB, Sinemart Pictures pun bergegas menyelesaikan “jilid” kedua dari film  tersebut. Film KCB 2 yang telah menyelesaikan masa syutingnya selama 33 hari pada Februari – Maret 2009 lalu, dengan mengambil lokasi yang juga disesuaikan dengan novel aslinya, yang antara lain di Magelang, Yogyakarta, Kudus, dan Solo, yang insyaallah  akan hadir di bioskop-bioskop seluruh Indonesia di pertengahan September 2009 ini. Kita tunggu saja.

Posted by: megafilmkcb | 30 June 2009

Jengkol dan Poligami di Ketika Cinta Bertasbih

Disebut-sebut poligami adalah rumor paling istimewa di kalangan agamis. Bahkan beberapa film religius menyisipkan hal itu untuk menggiring masyarakat yang penasaran untuk ke bioskop.

Ketika Cinta Bertasbih tak mengungkit masalah ini sebagai isu utama dari filmnya. Perjalanan kehidupan anak muda Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Al-Azhar University-Kairo, yang berpikiran mandiri dan kewirausahaan, dengan tidak mengabaikan keluarga dan tetap berpegang teguh pada ajaran agama diakui menjadi daya tarik dari film yang memang nyaris menghabiskan satu bulan untuk syuting di Mesir.

Tetapi pada kenyataannya beberapa penonton wanita justru membawa “oleh-oleh” cerita poligami, yang memang disisipkan sebagai salah satu pesan positif yang bisa didapat dari film ini, untuk dibawa pulang dan menjadi rekomendasi di kantor atau lingkungannya, sehingga penonton film ini tidak pernah surut dari hari ke hari.

Heni (23th), yang bekerja di sebuah bank swasta menyatakan terharu sekaligus tergugah ketika tokoh Anna Althafunisa menyatakan ketidakrelaannya dipoligami. “Ternyata perempuan juga berhak mengajukan syarat saat dilamar, dan analogi jengkol itu mengena sekali lho ! Itu yang saya ceritakan pada teman-teman kantor, akhirnya mereka pun menontonnya”

Hal yang sama dikatakan Putri (18th), mahasiswi yang baru tiga bulan bertunangan, dan menonton Ketika Cinta Bertasbih di Bekasi. “Boleh-boleh aja sih kita dipoligami, tapi setelah syarat yang kita ajukan dipenuhi oleh laki-laki, dan pastinya itu tidak ringan!” Ujarnya sambil melirik sang kekasih yang menemaninya nonton. “Apa salah kalau kita keberatan dengan bau jengkol ? Bukan berarti kita mengharamkan jengkol kan..” Katanya lagi, seakan mengulang dialog Anna Althafunisa dalam film.

Masalah jengkol yang memang menjadi analogi poligami di film ini malah menjadi penyampai pesan poligami yang pas di kalangan wanita, penonton film KCB. Saking merasa terwakili oleh tokoh Anna, sepulang menonton beberapa wanita saling berbisik, “Saya juga gak suka bau jengkol nih..”

Film yang memang dibuat menjadi dua bagian, persis seperti novelnya ini menyisakan banyak rasa penasaran bagi penontonnya. Namun tak lama lagi akan segera terjawab, karena Sinemart Pictures akan merilis seri keduanya, Film KCB 2 dalam waktu dekat.

Kembali ke jengkol, dalam promo tour-nya ke beberapa kota, Oki Setiana Dewi, yang berperan sebagai Anna pun sempat ditanyai penggemarnya, apakah ia memang aslinya tidak menyukai jengkol ? “Duuh.. ada-ada saja”.

Posted by: megafilmkcb | 17 June 2009

Rekor Baru Mega Film KCB

Selain menjadi satu-satunya film asing yang berhasil syuting di Universitas Al Azhar Kairo dan menjadi satu-satunya film nasional dengan pemberitaan terpanjang selama setahun ke belakang, Mega Film Ketika Cinta Bertasbih sejak ditayangkan 11 Juni lalu, hingga kemarin (Selasa,16/06), film ini kembali menghebohkan karena telah menyedot hampir 1 juta penonton! Angka yang belum pernah dicetak oleh satu film nasional pun di minggu perdana pemutarannya!

kcb-metropolis21

Hari pertamanya pun sebenarnya sudah menunjukkan antusisme masyarakat utk menonton. Jam 1 siang tanggal 11 Juni kami mendapatkan kabar di Samarinda tiket habis utk semua pertunjukkan sampai malam harinya. Begitu juga kabar yang kami dapat dari Makassar, Pekan Baru, Yogyakarta, Semarang, Malang, Medan, dan bioskop-bioskop di Jabodetabek. Yang kemudian tercatat total penonton KCB di hari pertamanya mencapai angka 115 ribu. Alhamdulillah merupakan sejarah baru bagi perfilman Indonesia, dimana angka tersebut merupakan angka terbesar yang pernah dicapai Film Indonesia untuk jumlah penonton di hari pertama. Untuk mengakomodir penonton yang membeludak, film “Pembangun Jiwa” ini kemudian ditayangkan dalam 2 sampai 3 studio di banyak bioskop di tanah air, antara lain Blok M Plaza, Lippo Karawaci, Pondok Indah, Slipi Jaya, Arion, Ciwalk Bandung, Galaxy, Jatos, dll. (www.21cineplex.com).


kcb-karawaci21

Tercatat sampai hari ini, di Makassar, Samarinda, Pekanbaru, Yogya, Semarang, Bandung, dan Jakarta tiket film yang berlokasi syuting di Mesir ini telah ludes terjual untuk seluruh jam tayang! Di Pekalongan, 20 orang santri sampai menginap di mobil, di depan Mesjid Baiturrahman sampai akhirnya dibantu petugas bioskop untuk mendapatkan tiket. Beberapa ustad juga menyewa bus dan menempuh perjalanan 3.5 jam untuk mencapai bioskop terdekat di Semarang, itu pun mereka harus menunggu karena kehabisan tiket !

Bagi para penikmat novelnya, penampilan 5 bintang baru yang mendekati karakter di novelnya, ditambah sang penulis-Habiburrahman El Shirazy di film ini membuat magnet tersendiri untuk bertandang ke bioskop! Sedangkan bagi penonton yang belum membaca novelnya, ketertarikan mereka berawal dari maraknya pemberitaan mengenai Ketika Cinta Bertasbih di begitu banyak media. Dari mulai perjalanan syuting, profil bintang KCB dan kegiatan lain yang terbilang cukup unik sebagai pendekatan sebuah film dalam menjangkau calon penontonnya.

Memasuki minggu kedua pemutarannya, cerita Mega Film Ketika Cinta Bertasbih mulai memadati dunia maya dengan beragam kometar, opini dan kesan dari para penontonnya. Tidak menunggu redanya demam KCB di pelosok tanah air, pihak Sinemart Pictures sudah ancang-ancang untuk memberi kejutan istimewa bagi para penonton KCB. Apakah gerangan ?

Posted by: megafilmkcb | 11 June 2009

KCB Ludes Di Bandung

Bandung - Film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) perdana ditayangkan di seluruh bioskop di Indonesia hari ini, Kamis (11/9/2009). Animo penonton di Bandung begitu terasa menyambut film ini terlihat dari laris manisnya tiket jauh sebelum waktu penayangan.

Di hari pertama ini, Kamis(11/6/2009), sejumlah bioskop di Kota Bandung dipadati pengunjung yang ingin menonton film fiksi religi yang diadaptasi dari sebuah novel dengan judul yang sama karya Habbiburahman El Shirazy. Dari pantauan detikbandung sejumlah bioskop dikota Bandung seperti BSM XXI, BCW 21 dan BIP membuktikan semua studio yang menayangkan KCB seluruh tiketnya telah habis terjual.

Maria (19) salah satu pengunjung BCW 21 yang tidak kebagian tiket nonton KCB mengaku kecewa karena tidak bisa menonton film ini dihari pertama pemutaran. “Wah,dibilang kesel ya kesel juga. KCB kan sudah saya tunggu-tunggu dari beberapa waktu lalu,” tutur gadis berkerudung ini.

Penuturan senada juga diungkapkan oleh Anissa (25). “Saya ingin nonton jam 7 dan sudah datang jam 3 ke BSM XXI masih kehabisan juga, padahal saya sudah ingin sekali melihat aksi Azzam dkk dilayar lebar,” ungkapnya.

Yang cukup mengejutkan, demam KCB diBandung tidak hanya milik kaum hawa semata. Sejauh pandangan mata detikbandung tidak sedikit kaum adam yang ikut antre berlama-lama untuk menyaksikan film ini.

Andi(20) misalnya mengaku tertarik nonton KCB karena tertarik dengan bukunya. “Saya sudah baca novelnya, sekarang ingin liat filmnya apa sebagus novelnya,” ujarnya.

Untuk warga Bandung yang ingin menyaksikan film ini ada baiknya segera mengantri sejak mulai dibukanya loket tiket bioskop yaitu pada pukul 11.00 WIB agar tidak kehabisan tiket.

Posted by: megafilmkcb | 26 May 2009

Bintang KCB Berbagi Senyum Di Palembang

Masih beberapa minggu ke depan film Ketika Cinta Bertasbih hadir di bioskop, namun keriuhan masyarakat atas kedatangan para bintang KCB sudah tak dapat dibendung.  Setelah bertandang ke Makassar minggu lalu, kali ini Palembang menjadi tujuan mereka.

Menyambangi pusat pertokoan terbesar di Palembang, Mall Palembang Indah, kelima bintang KCB; Kholidi Asadil Alam, Oki Setiana Dewi, Meyda Sefira, Heppy Noerdiansyah dan Alice Sofie Norin disambut meriah oleh para pecinta kisah Ketika Cinta Bertasbih.  Jelas saja, selama ini tokoh-tokoh yang mereka perankan hanya bisa dinikmati di novel dalam serangkaian kalimat.  Siapa yang tidak ingin melihat aslinya ?

Sambutan terhadap para bintang KCB berawal sejak mereka menjejakkan kaki di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Universitas Sriwijaya (UNSRI) serta kunjungan tim KCB tersebut ke pesantren Al-Firdaus dan pesantren Rubat. Berbagi tanda tangan dan berfoto bersama seolah menjadi kegiatan sehari-hari yang menyenangkan bagi mereka.  Tak ayal, kini foto para bintang KCB nyaris mengisi setiap ponsel semua penggemarnya.

Acara “Temu Bintang KCB” di beberapa kota selalu dihiasi dengan pertanyaan seputar Mesir dari para pengunjung yang hadir.  Tak terkecuali, saat mereka mengunjungi Toko Buku Gramedia untuk memperkenalkan novel Ketika Cinta Bertasbih yang kini tampil dengan kulit muka seperti dalam poster filmnya.

Kini Mesir memang seolah identik dengan film Ketika Cinta Bertasbih.  Sampai dalam poster filmnya pun tercetak pernyataan “asli Mesir”, guna mendeskripsikan bahwa pengambilan gambar film ini dilakukan di lokasi aslinya.  Bukan pemberian efek komputer grafik untuk mengkamuflase lokasi yang bukan sebenarnya.
Kehebatan Mesir meramu perjalanan cinta dalam kisah Ketika Cinta Bertasbih adalah membangun atmosfir romantis, yang tidak ditemukan dalam kisah cinta pada umumnya.  Hal yang sama dikemukakan oleh Habiburrahman El Shirazy, sang penulis novel “Kalau ‘gak syuting di Mesir ya aura filmnya jadi ‘gak seasli novelnya, dan bisa kehilangan nilai spiritualnya” Ujar Kang Abik, sapaan Habiburrahman El Shirazy.

Ngomong-ngomong soal asli, mumpung bertandang ke Palembang, Meyda Sefira, tak mau melewatkan satu kesempatan berharga. Pemeran Ayatul Husna yang kebetulan juga berulang tahun di hari Rabu (20 Mei) itu sengaja khusus mencicipi makanan khas Kota Palembang, yaitu pempek palembang. “Sebenarnya pernah sih makan pempek asli palembang yang dioleh-olehin langsung dari sini.  Tapi kali ini aslinya komplit !  Pempek palembangnya asli, dan asli makannya juga di Palembang !”  Gelak Meyda diiringi derai tawa rekan KCB lainnya.

Posted by: megafilmkcb | 25 May 2009

Andi Arsyil Rahman Pulang Kampung

Baru dua minggu yang lalu Andi Arsyil Rahman, salah satu dari kelima Bintang Mega Film Ketika Cinta Bertasbih, memimpikan bisa pulang ke daerah asalnya, Makassar.  Minggu (17/05), impian Arsyil menjadi kenyataan.

“Alhamdulillah. Sebelumnya cuma bisa  ngebatin aja ingin ngajak teman-teman KCB ke daerah aku, seperti yang dilakukan Kholidi kemarin ke Surabaya” Ujar Arsyil gembira, dikelilingi bintang KCB lainnya.  Kholidi Asadil Alam, Alice Sofie Norin, Oki Setiana Dewi dan Meyda Sefira.

Selain memenuhi undangan Universitas Muhammadiyah Makassar, rombongan KCB juga melawat ke Pesantren Ummul Mu’minin dan Darul Arqam, serta menyelenggarakan Temu Bintang KCB di mall Makassar Town Square.

Arsyil yang sempat menjadi Duta Pariwisata Makasar itu, terlihat sangat bersemangat berkisah tentang kotanya.  Termasuk saat dahulu ia mengikuti audisi KCB, sampai akhirnya mereka berlima kini berkumpul sudah seperti layaknya keluarga.  “Ini acara pulang kampung yang sangat istimewa !” Sambung Arsyil berseri-seri.  Para bintang KCB juga mengunjungi Toko Buku Gramedia, untuk memperkenalkan novel KCB berkulit muka baru.

Acara tersebut memang bukan sekedar lawatan, tetapi juga merupakan undangan terbuka bagi masyarakat Makassar.  Tak urung, seluruh partisipan KCB yang dulunya sempat mendaftar untuk mengikuti audisi KCB pun kini turut hadir. “Wah tidak menduga seramai ini lho antusiasme Makassar terhadap KCB ! Dan benar-benar seperti reuni deh..” Decak Meyda Sefira, pemeran Husna, yang berasal dari Bandung ini.  Hmm.. ‘Gak sabar ingin segera mengajak teman-teman KCB ke Bandung juga ya ‘Mey ?

Older Posts »

Categories